This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

www.barisan-kebangkitan.blogspot.com

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ku Temukan Kau di Sujud dan Do'a Ku

“Dunia ini perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. ”(Hadits riwayat Muslim).

kecantikan wanita ada pada akhlaknya

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ku Tunggu Kau Di Syurga

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 27 Juni 2012

.:: Katakanlah, Rokok Itu Haram.!!!


Siapa yang meniliti dengan baik kalam ulama, pasti akan menemukan bahwa hukum rokok itu haram, demikian menurut pendapat para ulama madzhab. Hanya pendapat sebagian kyai saja (-maaf- yang barangkali doyan rokok) yang tidak berani mengharamkan sehingga ujung-ujungnya mengatakan makruh atau ada yang mengatakan mubah. Padahal jika kita meneliti lebih jauh, ulama madzhab tidak pernah mengatakan demikian, termasuk ulama madzhab panutan di negeri kita yaitu ulama Syafi’iyah.
Ulama Syafi’iyah seperti Ibnu ‘Alaan dalam kitab Syarh Riyadhis Sholihin dan Al Adzkar serta buku beliau lainnya menjelaskan akan haramnya rokok. Begitu pula ulama Syafi’iyah yang mengharamkan adalah Asy Syaikh ‘Abdur Rahim Al Ghozi, Ibrahim bin Jam’an serta ulama Syafi’iyah lainnya mengharamkan rokok.
Qalyubi (Ulama mazhab Syafi’I wafat: 1069 H) ia berkata dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh Al Mahalli, jilid I, hal. 69, “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi. Oleh karena itu para Syaikh kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya“.
Ulama madzhab lainnya dari Malikiyah, Hanafiyah dan Hambali pun mengharamkannya. Artinya para ulama madzhab menyatakan rokok itu haram. Silakan lihat bahasan dalam kitab ‘Hukmu Ad Diin fil Lihyah wa Tadkhin’ (Hukum Islam dalam masalah jenggot dan rokok) yang disusun oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid Al Halabi hafizhohullah terbitan Al Maktabah Al Islamiyah hal. 42-44.
Di antara alasan haramnya rokok adalah dalil-dalil berikut ini.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195). Karena merokok dapat menjerumuskan dalam kebinasaan, yaitu merusak seluruh sistem tubuh (menimbulkan penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, dan merusak sistem reproduksi), dari alasan ini sangat jelas rokok terlarang atau haram.
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ
“Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits inishahih). Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini.
Perlu diketahui bahwa merokok pernah dilarang oleh Khalifah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan. Para ulama mengharamkan merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.
.:: Sanggahan pada Pendapat Makruh dan Boleh.
Sebagian orang (bahkan ada ulama yang berkata demikian) berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat larangan, berdasarkan firman Allah,
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
“Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu“. (QS. Al Baqarah: 29). Ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.
Akan tetapi dalil ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak. Sedangkan tembakau mengandung nikotin yang secara ilmiah telah terbukti merusak kesehatan dan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. (QS. An Nisaa: 29).
Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap, berdasarkan sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
“Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap)“. (HR. Muslim no. 564). Dalil ini juga tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap, lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya di antaranya kanker paru-paru. Dan Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).
.:: Jual Beli Rokok dan Tembakau.
Jika rokok itu haram, maka jual belinya pun haram. Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَىْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ
“Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” (HR. Ahmad 1/293, sanadnya shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). Jika jual beli rokok terlarang, begitu pula jual beli bahan bakunya yaitu tembakau juga ikut terlarang. Karena jual beli tembakau yang nanti akan diproduksi untuk membuat rokok, termasuk dalam tolong menolong dalam berbuat dosa. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)
.:: Komentar Orang Awam.
Sering didengar orang berkomentar, “Jika rokok diharamkan, lalu bagaimana nasib jutaan rakyat Indonesia yang hidup bergantung dari rokok; para petani tembakau, para pedagang dan para buruh di pabrik rokok, apakah ulama bisa memberi mereka makan?”
Andai komentar ini berasal dari non muslim mungkin permasalahan tidak terlalu besar karena mereka memang tidak mau mengerti bahwa rezeki mereka berasal dari Allah.
Yang paling mengenaskan, sebagian umat Islam ikut mengumandangkan komentar tersebut. Padahal pernyataan ini mengandung kesyirikan, merusak tauhid Rububiyah, meyakini bahwa Allah semata pemberi rezeki. Jangankan seorang muslim, orang jahiliyah saja yakin bahwa Allah semata yang memberi mereka rezeki, Allah berfirman:
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ  … فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. (QS. Yunus: 31).
Apakah mereka tidak yakin bahwa yang memberi rizki pada para petani itu Allah?
Apakah mereka tidak percaya bahwa yang memberi makan pada para buruh pabrik juga Allah?
Kenapa mesti ragu? Kenapa tidak yakin dengan Allah yang Maha Memberi Rizki kepada siapa saja dari makhluk-Nya? Lantas kenapa masih cari penghidupan dari yang haram?
Ingatlah sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

.:: Allah Sangat Dekat Terhadap Orang Yang Berdo’a


Sudah begitu lama, ingin agar harapan segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak juga impian itu datang. Kadang jadi putus asa karena sudah seringkali memohon pada AllahSubhanahu wa Ta’ala. Sikap seorang muslim adalah tetap terus berdo’a karena Allah Subhanahu wa Ta’alabegitu dekat pada orang yang berdo’a. Boleh jadi terkabulnya do’a tersebut tertunda. Boleh jadi pula Allah Subhanahu wa Ta’alamengganti permintaan tadi dengan yang lainnya dan pasti pilihan AllahSubhanahu wa Ta’ala adalah yang terbaik.
Ayat yang patut direnungkan adalah firman Allah Ta’ala,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
Sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ رَبُّنَا قَرِيبٌ فَنُنَاجِيهِ ؟ أَوْ بَعِيدٌ فَنُنَادِيهِ ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ هَذِهِ الْآيَةَ
“Wahai Rasulullah, apakah Rabb kami itu dekat sehingga kami cukup bersuara lirih ketika berdo’a ataukah Rabb kami itu jauh sehingga kami menyerunya dengan suara keras?” Lantas Allah Ta’ala menurunkan ayat di atas. (Majmu’ Al Fatawa, 35/370)
Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Kedekatan yang dimaksud dalam ayat ini adalah kedekatan Allah pada orang yang berdo’a (kedekatan yang sifatnya khusus).” (Majmu’ Al Fatawa, 5/247)
Perlu diketahui bahwa kedekatan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu ada dua macam:
Kedekatan Allah yang umum dengan ilmu-Nya, ini berlaku pada setiap makhluk.
Kedekatan Allah yang khusus pada hamba-Nya dan seorang muslim yang berdo’a pada-Nya, yaitu Allah akan mengijabahi (mengabulkan) do’anya, menolongnya dan memberi taufik padanya. (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 87)
Kedekatan Allah pada orang yang berdo’a adalah kedekatan yang khusus –pada macam yang kedua- (bukan kedekatan yang sifatnya umum pada setiap orang). Allah begitu dekat pada orang yang berdo’a dan yang beribadah pada-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits pula bahwa tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud. (Majmu’ Al Fatawa, 15/17)
Siapa saja yang berdo’a pada Allah dengan menghadirkan hati ketika berdo’a, menggunakan do’a yang ma’tsur (dituntunkan), menjauhi hal-hal yang dapat menghalangi terkabulnya do’a (seperti memakan makanan yang haram), maka niscaya Allah akan mengijabahi do’anya. Terkhusus lagi jika ia melakukan sebab-sebab terkabulnya do’a dengan tunduk pada perintah dan larangan Allah dengan perkataan dan perbuatan, juga disertai dengan mengimaninya. (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 87)
Dengan mengetahui hal ini seharusnya seseorang tidak meninggalkan berdo’a pada Rabbnya yang tidak mungkin menyia-nyiakan do’a hamba-Nya. Pahamilah bahwa Allah benar-benar begitu dekat dengan orang yang berdo’a, artinya akan mudah mengabulkan do’a setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji Allah yang Maha Mengabulkan setiap do’a.
Ingatlah pula bahwa do’a adalah sebab utama agar seseorang bisa meraih impian dan harapannya. Sehingga janganlah merasa putus asa dalam berdo’a. Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Do’a adalah sebab terkuat bagi seseorang agar bisa selamat dari hal yang tidak ia sukai dan sebab utama meraih hal yang diinginkan. Akan tetapi pengaruh do’a pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang do’anya berpengaruh begitu lemah karena sebab dirinya sendiri. Boleh jadi do’a itu adalah do’a yang tidak Allah sukai karena melampaui batas. Boleh jadi do’a tersebut berpengaruh lemah karena hati hamba tersebut yang lemah dan tidak menghadirkan hatinya kala berdo’a. … Boleh jadi pula karena adanya penghalang terkabulnya do’a dalam dirinya seperti makan makanan haram, noda dosa dalam hatinya, hati yang selalu lalai, nafsu syahwat yang menggejolak dan hati yang penuh kesia-siaan.” (Al Jawaabul Kaafi, hal. 21). Ingatlah hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ
“Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.” (HR. Tirmidzi no. 3370, Ibnu Majah no. 3829, Ahmad 2/362. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Jika memahami hal ini, maka gunakanlah do’a pada Allah sebagai senjata untuk meraih harapan.
Penuh yakinlah bahwa Allah akan kabulkan setiap do’a. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Lalu pahamilah bahwa ada beberapa jalan Allah kabulkan do’a. Dari Abu Sa’id, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid). Boleh jadi Allah menunda mengabulkan do’a. Boleh jadi pula Allah mengganti keinginan kita dalam do’a dengan sesuatu yang Allah anggap lebih baik. Atau boleh jadi pula Allah akan mengganti dengan pahala di akhirat. Jadi do’a tidaklah sia-sia.
Ingatlah wejangan yang amat menyejukkan hati dari cucu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al Hasan bin ‘Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata,
من اتكل على حسن اختيار الله له، لم يتمن شيئا. وهذا حد الوقوف على الرضى بما تصرف به القضاء
“Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah) berlakukan (bagi hamba-Nya)”(Lihat Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/262 dan Al Bidaayah wan Nihaayah 8/39). Pilihan Allah itulah yang terbaik.

Putri Islami Pengikut Sunnah Nabi…


Ternyata Engkau sesosok wanita, wanita yang di muliakan di saat jutaan wanita dihinakan didalam kubangan hawa nafsu  setan. Ketika para wanita berbangga mengumbar syahwatnya,engkau tampil mempesona dengan syariat jilbabNya. Engkaulah anugerah Ilahi bagi seluruh wanita di bumi ini. Dirimu adalah karunia yang tak terkira yang menjadi contoh di alam nyata dan realita.
Putri Islamiku…
Engkaulah permata yang menyibakkan cahaya menghiasi indahnya fatamorgana dunia. Perangaimu adalah akhlaq wanita-wanita teladan yang menjaga kehormatan. Pribadimu adalah pancaran dari beningnya sabda junjungan. Dan jiwa-jiwamu adalah jiwa pendidik da'i teladan dan mujahid militan.
Engkaulah yang tetap mekar bagai indahnya mawar disaat kehormatan wanita mulai tercemar. Dirimulah yang senantisasa mewangi disaat harga diri wanita dibusukkan nafsu birahi.Ya..Engkaulah yang tetap kokoh perkasa disaat para wanita tersungkur  hancur dikubang zina.
Engkaulah yang tak berkutik disaat godaan setan mode mulai berbisik. Tetap teguh bertahan dengan jilbab pilihan diantara ratusan mode pakaian yang melucuti kehormatan. Semua ocehan tak kau pedulikan demi menggapai ridha Ar-Rahman. Semoga Allah menjadikan Engkau penghuni surga yang indah nan bertaman.
Putri Islamiku…
Pintu–pintu zina  itu kini terbuka dengan lebar. Terbuka di belakang,depandan samping kanan kirimu. Jebakan–jebakannya dipasang disepanjang perjalanan. Dan perangkapnya dipoles penuh menggoda bagi jiwa untuk selalu mengikutinya. Para wanita penzina telah diangkat jadi idola. Dimuliakan bagai permaisuri para raja. Kehadirannya disambut meriah bagai tamu kehormatan yang dipuja dan ditunggu kedatangannya. Dan ulah bejatnya tontonan laris menjadi koleksi dikalangan kawula muda.
Tempat-tempat zina pun kini telah dilegalkan terang-terangan. Hubungan gelap dikamerakan jadi tontonan. Sedangkan para pelacur menjadi penghibur jiwa yang futur.
Tak ada lagi keharuman harga diri dimata para biduanita yang menggadaikan kehormatannya.Tak ada lagi kesucian diri ditangan para penzina yang menjual diri di ranjang nista. Telah hilanglah masa depan generasi harapan di tangan para penzina yang menyesatkan pemuda islam. Merekalah yang hidup demi setetes mani dengan menggadaikan  balasan di kubur dan akhirat nanti. Merekalah yang bergelut dengan syahwat dan tak peduli dengan akhlaq yang bejat merusak umat.
Putri Islamiku…
Masih adakah kebanggan dengan wanita-wanita barat yang kafir dengan syariat? Masih adakah kecintaan dengan kaum yang menjadikan zina jalan hidupnya? Oh naif sekali,sungguh keji sekali para pemburu syahwat itu dengan bangga video serta gambar-gambar porno mereka tersebar di dunia maya. Tak merasa malu ditonton mata jalang berjuta-juta. Bukan sekedar orang dewasa,  anak –anak SMApun kecanduan tak peduli pria atau wanita.
Putri Islamiku…
Kehidupan  remaja islam telah rusak hampir dimana-mana. Tidak di kota ataupun di desa zina merebak dikalangan mahasiswa bahkan anak SMA. Bagaimana zina tidak menyebar sedangkan kos-kosan mereka satu rumah bercampur baur layaknya seorang istri dan suami. Setiap malam minggu diapelin rutin oleh sang pacar yang bebas tanpa izin masuk keluar kamar. Budaya peluk cium bukan lagi tabu di muka umum. Bahkan sebagian mereka paginya menjadi mahasiswa dan malam harinya merangkap sebagai biduanita. Oh begitukah pergaulan bebas para mahasiswa dan anak SMA di nusantara?
Sungguh mengenaskan wahai putriku, setiap hari hampir terdengar berita gadis-gadis diperkosa bahkan setelah itu dibunuh nista. Lokalisasi sengaja dibiarkan karena sebagai tempat yang seolah resmi untuk berzina. Ya, yang dihukum adalah mereka yang berzina dengan paksa sedangkan suka sama suka boleh–boleh saja. Dan itu bukanlah zina kata mereka. Toh itu hak asasi manusia menurut mereka. Oh itulah indahnya demokrasi di otak mereka. Seolah-olah kebusukan-kebusukan itu mendapat perlindungan resmi dari berhala yang bernama Hak Asasi Manusia(HAM), sehingga orang bisa berbuat seenak dengkulnya.
Sebenarnya bukan sekedar itu wahai putriku. Ya, bukan sebatas itu. Dosa kaum Luth yang diadzab itu kini semakin menjadi-jadi. Komunitas lesbi dan banci yang semakin hari bertambah ngeri dinegri pertiwi. Situs-situsnya bermunculan di internet dengan bebas di akses tanpa bas-basi. Kontes demi kontes  sengaja di gelar untuk mengeksploitasi mereka di media masa. Bahkan mereka akan menuntuthak asasi manusia untuk dinikahkan antara sesama jenisnya.
Oh…bagaimana  nusantara kita tidak terus mendapat bencana jikalau memang penghuninya selalu menebar maksiat dimana-mana. Bukan sekedar rakyat biasa, para pejabat justru menjadi pelopornya. Bagaimana  nusantara tidak dilanda sengsara jika syirik menjadi kepercayaan dan zina serta liwath menjadi kebudayaan rakyatnya. Oh mau dibawa kemana bangsa ini bersama pengabdi demokrasi dan  pengumbar hawa?
Bukankahtelah menjadi rahasia umum penjualan alat kontrasepsi di malam tahun baru dan valentine meningkat pesat? Lebih mengerikan lagi para pembelinya adalah kalangan anak muda. Tidak lain mereka ingin melakukan puncak kebejatan yang mereka sebut dengan “pesta seks”. Sebuah penyimpangan fitrah yang binatang sebejat apapun tak pernah melakukannya. Na'udzubillahi min dzalik.
Itulah yang mereka sebut hari kasih sayang. Ya,hari kasih sayang para penyembah nafsu setan untuk melampiaskan puncak syahwatnya. Sungguh benar apa yang dikatakan Allah dalam Al qur’an .
”Mereka itu seperti binatang bahkan lebih  sesat dari binatang”.
Putri Islamiku…
Kumohon kepadamu. Ya..aku mohon dengan segenap hati kepada dirimu yang dikaruniai hiasan iman di dalam hati dariAr-Rahman.
Pilihlah sahabat yang solih dan beriman. Dan berusahalah untuk selalu bersama muhrim jika engkau hendak bersafar sehingga orang–orang bodoh tidak bermacam-macam padamu. Dan jagalah jilbab islami karena itu perintah ilahi. Jilbab islami yang dengannya engkau mudah dikenali. Ya, dikenali bahwa engkau adalah pemilik izzah penjaga harga diri. Tak mudah dirayu para lelaki penyembah birahi. Dan dengan jilbab itu engkau tidak diganggu oleh mata-mata jalang yang tak pernah melihat keindahan kecuali pada badan seksi dan aurat yang dipamerkan.
Saudariku Putri Islami..
Hanya dirimu bukan yang lain. Ya,Engkaulah wahai putriku. Engkaulah mujahidah para pengawal syariat jilbab di bumi ini. Engkaulah benteng penegak bangunan kokoh yang kini ingin dihancurkan itu.
Jagalah benteng itu wahai mujahidahku. Jangan sekali-kali engkau lengah sehingga musuh-musuh itu merobek dan menodai. Beribathlah dengannya karena itu lambang kemuliaanmu dalam dien ini.
Putri Islamiku…
Jika benteng itu roboh maka apa jadinya generasi muslimah umat ini. Jangan sampai serigala-serigala zina itu menjadikan saudari-saudari kita santapan lezat bagi hawa nafsunya. Demi Allah aku tak rela walau hanya satu wanita dicengkram oleh mereka. Tak ada kata lain kecuali engkau harus berdiri tegar mengawal panji jilbab tetap berkibar. Tancapkan panji itu wahai putriku.Jangan gentar walau jasad mati terkapar. Hingga Robbmu bersaksi bahwa engkau adalah mujahidah sejati. Ya, Engkau wahai saudariku. Engkau bukan yang lain. Engkaulah mujahidah pengawal panji itu. Aku sangat yakin pada Allah kemudian  kepadamu. Percayalah Allah senantiasa bersamamu selalu wahai mujahidahku.